REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Taliban versus NATO
di Afghanistan, itu sudah biasa. Tapi bagaimana kalau medan perangnya
berubah. Tak lagi di daratan melainkan di dunia maya.
Inilah yang
terjadi Senin lalu (14/11) ketika juru bicara Taliban menyerang NATO
lewat medium Twitter. Peristiwa langka ini langsung menarik perhatian
sejumlah media internasional.
Adalah Jubir Taliban Abdulqahar
Balkhi yang memulai 'twitwar' melawan International Security Assitance
Force (ISAF)-NATO. Balkhi men-twit ke IASF soal mengapa tentara NATO
menangkap rekannya sesama jubir Taliban.
Menurut Balkhi, dalam twitnya itu, jubir Taliban adalah warga sipil. Humas ISAF langsung menjawab twit Balkhi.
"Dia (yang ditangkap) adalah jubir Taliban. Taliban=bukan warga sipil," katanya di jalur maya.
Melihat
jawaban ini Balkhi murka. Ia lantas menceramai Humas ISAF lewat
sejumlah 'reply'. Ia menjelaskan maksud kata 'sipil' menurut PBB yang
bertugas di Afganistan.
Humas ISAF tak kehabisan akal. Dia
membalas: "Mengingat adanya korban sipil oleh Taliban saat perayaan hari
raya lalu, Anda mengajarkan kami tentang arti 'sipil' itu menggelikan!"
kata ISAF.
Sebelumnya, twitwar seperti ini pernah terjadi ketika Taliban men-twit akan menyerang Kabul.
sumber : Republika.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar